Salah satu cara mengobati kanker payudara tanpa operasi adalah dengan mengkonsumsi Obat Herbal Kanker Payudara “Jelly Gamat Gold G”. Selain ampuh mengobati kanker payudara tanpa operasi, Jelly Gamat Gold G ini juga sangat aman dikonsumsi karena tidak menyebabkan efek samping dan tidak menyebabakan ketergantungan.
Jelly Gamat Gold G ini terbuat dari teripang atau timun laut. Teripang merupakan hewan laut yang memiliki sejuta manfaat dan khasiat untuk kesehatan salah satunya mampu mengobati kanker payudara. Jenis teripang yang digunakan adalah jenis teripang emas (sea cucumber) yang merupakan jenis teripang terbaik dari 1000 jenis teripang yang ada. Kandungan Gamapeptide yang hanya terdapat pada teripang emas memiliki banyak manfaat untuk kesehatan seperti untuk memperbaiki sistem tubuh yang rusak, meregenerasi sel atau jaringan yang telah rusak, mengatasi peradangan, mempercepat penyembuha luka hingga 3x lebih cepat, mengurangi rasa sakit, dan masih banyak lagi kandungan yang terdapat pada Gamapeptife ini.
Selain Gamapeptide teripang emas juga memiliki kandungan Lektin yang sangat berperan penting dalam pengobatan kanker payudara karena kandungan Lektin ini berperan untuk menghambat pertumbuhan sel kanker, menghadang sel kanker, dan sebagai indikator adanya kanker dan tumor. Dan jugakandungan Zat anti kanker yang terdapat pada teripang emas mampu melawan dan menghilangkan sel-sel kanker pada tubuh, sehingga kanker payudara hilang dan payudara kembali sehat seperti dahulu. Selain beberapa kandungan tadi teripang emas juga masih memiliki banyak kandungan laninya seperti :
- Protein 86,8%
- Kolagen 80,0%
- Omega-3, 6, dan 9
- Mineral
- Mukopolisakarida
- Glucasaminoglycans (GAGs)
- Antiseptik alamiah
- Glucosamine dan Chondroitin
- Saponin
- Asam Amino
- Lektin
- Vitamin A, B1 (Thiamine), B2 (Riboflavin), dan B3 (Niacin)
.
Menurut Prof. Aleli Gana dan Dr. Florinia Merca dari Fakultas Kimia, University of the Philippines, menemukan senyawa aktif penghambat pertumbuhan sel kanker. Senyawa itu bernama lektin. Penelitian itu mengungkap, teripang pada konsentrasi 50 mikrogram menggumpalkan dan menghadang pertumbuhan sel kanker. Hal serupa dibuktikan Jaime Rodriguez, Universidad de Santiago de Compostela, Spanyol.
Prof Zaiton Hassan dan M A Kaswandi dari Universitas Kebangsaan Malaysia. Asam lemak pada teripang Stichopus chloronotus antara lain miristat, palmitat, palmitoleat, stearat, oleat, linoleat, arakhsidat, behenat, erusat, eicosapentaenat (EPA), dan docosahexaenat (DHA). Kedua senyawa terakhir efektif memperbaiki jaringan rusak. Dengan kata lain teripang mengandung zat penumbuh/regenerasi sel. Itu terlihat ketika satwa laut itu terbelah, menyatu kembali, hanya dalam 9-90 hari.
